27.010 Kasus di Jabar, DBD di Luwu Juga Meningkat

Chaeruddin
.
Rabu, 14 September 2022 | 13:42 WIB
Nyamuk Aedes aegypti. Kasus DBD meningkat di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Luwu. Foto, Int.

BELOPA, iNewsPalopo.id - Secara nasional pertumbuhan kasus DBD meningkat di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan jumlah kasus BDB di Provinsi Jawa Barat mencapai 27.010 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Ryan Bayu Santika Ristandi mengatakan, kasus DBD di Jabar mengalami peningkatan dalam kurun waktu sebulan terakhir. 

"DBD mengalami peningkatan, dari pekan kedua Agustus tercatat 24.192 kasus dan September ini menjadi 27.010," kata Kabid P2P Dinkes Jabar, Selasa (13/9/2022), dikutip dari Inews.id.

Ryan Bayu Santika Ristandi merincikan, di Kota Bandung tercatat 4.196 kasus, Kabupaten Bandung 2.777 kasus, Kota Bekasi 2.059 kasus dan Sumedang 1.647 kasus. Kasus DBD di Jabar, kata Ryan Bayu Santika Ristandi, diprediksi akan terus meningkat.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu, merilis data jumlah kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD di Kabupaten Luwu januari hingga september 35 kasus. 

"Januari sampai agustus ada 32 kasus, khusus september bulan ini sudah 3 kasus. Kami melihat ada tren peningkatan. Olehnya itu, kami imbau warga selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar," ujar Mila, staf data penyakit DBD Dinas Kesehatan Luwu, rabu, (14/9/2022).

Dari jumlah kasus diatas, satu orang warga Suli Barat penderita DBD dikabarkan meninggal dunia. Mila menambahkan kasus DBD di Luwu juga sebagian besar adalah kasus impor, seperti dari Kota Makassar dan Kota Palopo. "Ada beberapa merupakan kasus impor, artinya penderita terjangkit dari luar kemudian pulang ke Luwu untuk mendapat perawatan," kata Mila.

"Untuk kasus meninggal di Suli Barat terjadi pada bulan April. Hingga saat ini, tercatat 6 kasus BDB di Suli Barat tersebar di beberapa dusun. Sebagian juga adalah DBD kasus impor, ada kasus orang Luwu yang kerja di Makassar, pulang ke Luwu berobat, ada juga mahasiswa kuliah di Palopo, kembali ke Luwu berobat," lanjutnya.

Dinas Kesehatan sendiri bekerjasama pemerintah kecamatan dan desa setempat telah melakukan sosialisasi bahaya BDB dan cara penanganannya. Selain itu, Suli Barat juga telah dilakukan fogging guna membunuh jentik nyamuk Aedes aegypti pembawa virus DBD.

Berikut beberapa daerah yang perlu mewaspadai penyakit DBD, Kecamatan Suli Barat sudah 6 kasus, Kecamatan Belopa Utara 5 kasus, Desa Langkidi Kecamatan Bajo 3 kasus, Kecamatan Bua dan beberapa daerah di Walmas.

Jentik nyamuk Aedes aegypti tidak hanya berkembang biak di air bersih yang tidak bersentuhan dengan tana. Penemuan terbaru, Aedes aegypti juga mampu bekembang biak di air tenang meski bersentuhan dengan tanah.

Editor : Chaeruddin
Bagikan Artikel Ini