Dinas Pertanian Kembang Kawasan Aneka Cabai Seluas 30 Hektare

Chaeruddin
.
Selasa, 27 September 2022 | 19:02 WIB
Dinas Pertanian Kabupaten Luwu tengah mengembangkan kawasan aneka cabai seluas 30 hektar. Foto.iNewsPalopo/Chaeruddin.

BELOPA,iNewsPalopo.id - Dinas Pertanian Kabupaten Luwu tengah mengembangkan kawasan aneka cabai seluas 30 hektar. Lokasinya tersebar di Desa Sampano Kecamatan Larompong Selatan, Desa Towondu Kecamatan Suli, Desa Pasamai Kecamatan Belopa.

Kepala Bidang Hortikultura Sudarmin, menyampaikan Kabupaten Luwu mendapat program pengembangan cabe dari Kementerian Pertanian di tahun 2022.

Hasil verifikasi lapangan menyebutkan 3 desa diatas memenuhi syarat ketersediaan lahan seluas 10 hektar per desa, petani untuk budidaya cabe serta ada petani penggerak di wilayah tersebut.

"Program ini sudah berjalan, tentunya tetap dibawah pengawasan kami dan pendampingan dari penyedia bibit. Ada empat jenis bibit yang ditanam, Kata F1, Digantung, Rintang F1 dan bibit Dewata 43," sebut Sudarmin.

Keunggulan empat bibit tersebut lanjut Sudirman, selain produktivitas tinggi, bisa menghasilkan minimal 4 ton per hektar bibit tersebut juga tahan penyakit atau hama.

Dijelaskan Sudirman, potensi bisnis bertani cabai di Kabupaten Luwu cukup bagus. Itu dengan melihat produksi cabai di Luwu sangat rendah jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan konsumsi warga, baik rumahan ataupun usaha.

Data menunjukan konsumsi cabai rawit untuk masyarakat di Luwu mencapai 1.300 ton per tahun sementara produksi cabai di Luwu saat ini hanya 300 ton per tahun.

Melalui program kawasan aneka cabai diharapkan dapat memenuhi kebutuhan cabai rawit di Luwu hingga 480 ton per tahun. "Program ini kita tingkatkan setiap tahunnya, tergantung kesiapan lahan," katanya

"Target produksi kita, rata-rata 1 hektar potensinya 10.000 pohon, atau 4 ton sekali panen. Sehingga 30 hektar kita bisa hasilkan 120 ton per panen. Jika panen kita 4 setahun, kita bisa penuhi 480 ton cabai per tahun," tutupnya.

Diketahui, harga cabai mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram. Jika 1 hektar bisa menghasilkan 4 ton atau sama dengan Rp200 juta sekali panen.

Editor : Chaeruddin
Bagikan Artikel Ini